Klinik Khitan Sleman | +62 822-3247-3130

Klinik Sunat Terdekat Sleman

Klinik Khitan Sleman – Bagi anda warga Sleman yang sedang ingin menyunatkan / mengkhitankan anaknya, tidak perlu jauh-jauh lagi karena di daerah Sleman sudah tersedia Klinik Khitan Sleman yang akan melayani khitan dengan pelayanan terbaik, ramah, murah dan terjangkau oleh masyarakat Yogyakarta khususnya di daerah Sleman dan sekitarnya,

Khitan atau yang kerap kali disebut dengan istilah sunat yaitu suatu tindakan operasi kecil untuk memotong atau menghilangkan prepusium atau kulup. Kulup yaitu kulit yang menutupi kepala penis hingga ke bagian leher. Sebagaimana operasi pada umumnya, sunat juga akan meninggalkan luka bekas jahitan. Umumnya luka sunat wajib dirawat dengan pas agar dapat sembuh dengan cepat tanpa keluhan. Sebagaimana yang telah disarankan oleh Klinik Khitan Sleman di Jogja.

Pada umumnya cara kerja sunat dilaksanakan oleh usia anak-anak dan memerlukan bantuan dari orang tua untuk merawat luka setelah sunat. Pada prinsipnya setiap luka bisa sembuh sendiri kecuali terdapat beberapa kendala seperti terjadi infeksi.

Mau Disunat Gak kerasa ? Bahkan bisa sambil main HP

Klinik Sunat Terdekat Sleman

Pengertian Khitan

Khitan secara bahasa disita dari kata (ختن ) yang artinya memotong. Sedangkan al-khatnu artinya memotong kulit yang menutupi kepala dzakar dan memotong sedikit daging yang berada di anggota atas farji (clitoris) dan al-khitan adalah nama dari bagian yang dipotong tersebut. (lihat Lisanul Arab, Imam Ibnu Manzhur).

Berkata Imam Nawawi, “Yang kudu bagi laki-laki adalah memotong seluruh kulit yang menutupi kepala dzakar agar kepala dzakar itu terbuka semua. Sedangkan bagi wanita, maka yang mesti cuman memotong sedikit daging yang berada pada anggota atas farji.”(Syarah Sahih Muslim 1/543, Fathul Bari 10/340)

Hukum Khitan Baik Laki-laki maupun perempuan

Khitan laki-laki

Dalil atau landasan hukum yang dijadikan dasar oleh para ulama tentang hukum berkhitan adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Abud Dawud dan Ahmad. Buanglah darimu buku (rambut) kekufuran dan berkhitanlah. Atas dasar ini, mayoritas ulama, seperti Imam Syafii, Hanbali, sebagian pengikut Imam Malik, dan Abdurrahman al-Auza’i (wafat 156 H) setuju mengambil keputusan hukumnya mesti bagi laki-laki.

Ibnu Qudamah di dalam kitabnya al-Mughni menyebutkan bahwa khitan bagi laki-laki hukumnya kudu dan kemuliaan bagi perempuan.
Pendapat ini dilandaskan kepada firman Allah SWT di dalam Alquran surah An-Nisa [4] ayat 125, yang memerintahkan Nabi Muhammad SAW supaya ikuti ajaran Nabi Ibrahim AS.

Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan, dan ia ikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah menyita Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.

Begitu juga, dengan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Bukhari, Baihaqi, dan Ahmad dari Abu Hurairah RA. Ibrahim Khalilur Rahman berkhitan sehabis berumur 80 th. bersama memanfaatkan kapak. Nabi Ibrahim AS melaksanakannya dikala diperintahkan untuk khitan, padahal beliau telah berumur 80 tahun. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya perintah berkhitan.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda: Buanglah darimu buku (rambut) kekufuran dan berkhitanlah. Perintah Rasulullah SAW ini memperlihatkan kewajiban umatnya untuk berkhitan. Menurut riwayat terkenal berasal dari Imam Malik, beliau menyebutkan khitan hukumnya sunah. Begitu termasuk riwayat berasal dari Imam Hanafi dan Hasan al-Basri (21-110 H) mengatakan sunah. Namun bagi Imam Malik, sunah terkecuali ditinggalkan berdosa, karena menurut mazhab Maliki sunah adalah antara fardhu dan nadb.

Dalil yang dijadikan landasan bahwa khitan tidak harus adalah Salman al-Farisi kala masuk Islam tidak disuruh untuk berkhitan. Pendapat ini termasuk didasarkan terhadap sabda Nabi SAW: Khitan hukumnya sunah bagi laki-laki dan kehormatan (makrumah) bagi perempuan. (HR Muslim).

Namun, tidak diketahui secara pasti, apakah Salman al-Farisi telah berkhitan sejak sebelum masuk Islam. Sebab, Salman dikenal sebagai seorang pencari kebenaran yang benar-benar hebat. Ia menggerakkan ajaran agama yang dianutnya dengan sepenuh hati. Bila berkaca terhadap ajaran-ajaran agama dan keyakinan yang pernah dijalani, barangkali saja dahulunya Salman telah berkhitan, supaya tidak diperintahkan untuk melakukannya lagi.

Klinik Khitan Sleman

Khitan perempuan

Sementara itu, hukum khitan bagi kaum perempuan telah menjadi perbincangan para ulama. Sebagian mengatakan itu sunah dan beberapa menyatakan itu suatu keutamaan saja dan tidak ada yang mengatakan wajib. Perbedaan pendapat para ulama seputar hukum khitan bagi perempuan berikut disebabkan riwayat hadis seputar khitan perempuan yang tetap dipermasalahkan kekuatannya. Tidak tersedia hadis sahih yang menyatakan hukum khitan perempuan.

Sayid Sabiq dalam Fiqh al-Sunnah menegaskan, Semua hadis yang terkait bersama khitan perempuan adalah dhaif atau lemah, tidak tersedia satu pun yang sahih.

Kapan Sebaiknya Waktu Khitan

Dalam Islam tidak ditentukan saat yang tentu dan penting untuk seorang laki-laki muslim dikhitan. Beberapa ulama tersedia yang mengutamakan angka 7 sebagai penanda usia yang baik, yakni pada umur 7 hari atau 7 tahun (taklif).

Beberapa yang lain mengatakan bahwa sebetulnya kapan saja baik, asalkan waktu usia baligh nanti mesti sudah dikhitan. Karena khitan didalam Islam bermakna thaharah yakni pembersihan, dan pas memasuki selagi taklif dan baligh seseorang Muslim sudah perlu sholat maka thaharah yang satu ini mesti telah ditunaikan.

Menurut Ibnu Hajar Al-Asqalani, layaknya dikutip berasal dari muslimafiyah.com, terkandung saat kudu dan mustahab untuk khitan. Waktu wajibnya adalah disaat si anak sudah memasuki usia baligh, tetapi selagi mustahab atau sunahnya adalah sementara usia si anak belum baligh.

Dalam surat Al-Baqarah ayat 148, Allah berfirman untuk umatnya berlomba-lomba di dalam kebaikan. Maka berasal dari ayat inilah beberapa ulama berpendapat bahwa tambah awal seorang anak laki-laki dikhitan, maka bakal makin lama baik, dikarenakan khitan ialah suatu kebaikan.

Syaikh Abdullah Al-Jibrin menjelaskan bahwa alasan seorang laki-laki Muslim lebih baik segera dikhitan pas tetap bayi dikarenakan kulitnya lebih lunak sehingga akan memudahkan sistem khitan. Semoga informasi ini membuka wawasan Anda berkenaan pandangan Islam pada khitan bayi.
Dari sisi medis, perlukah laki-laki disunat?

Sunat merupakan keliru satu prosedur operasi pengangkatan kulup atau jaringan yang menutupi kepala penis. Sunat umumnya dilaksanakan terhadap hari pertama atau ke dua setelah lahir, mampu terhitung kala anak menginjak umur sekolah. Namun, tersedia juga laki-laki yang baru sunat sementara sudah dewasa, biasanya ikuti kesiapan mentalnya.

Dilansir dari WebMD, laksanakan sunat untuk alasan medis atau kesehatan masih jadi pembicaraan para ahli. American Academy of Pediatrics (AAP) mengungkapkan bahwa laki-laki yang disunat sejak lahir mendapatkan lebih banyak manfaat untuk kesegaran daripada risikonya.
Penis yang tidak disunat lebih rentan pada pertumbuhan bakteri. Pasalnya, kulit kulup yang tidak diangkat mampu menjadi tempat berkumpulnya kotoran. Bila dibiarkan, kotoran tersebut dapat menumpuk dan membuat infeksi pada organ reproduksi pria.

Bila laki-laki tidak disunat, ini berarti ia mesti benar-benar membersihkan penisnya bersama dengan benar – juga selagi menarik kulit kulup. Pastikan tidak ada sisa-sisa sabun yang terjebak di dalam kulit kulup. Sebab kalau tidak, ini dapat membawa dampak iritasi pada kulit peka di kepala penis.
Walaupun tidak ada panduan spesifik berasal dari aspek medis, laki-laki sebaiknya disunat untuk memudahkan selagi bersihkan penis. Hal ini berguna untuk menghindari barangkali infeksi terhadap kepala penis yang dapat terbawa sampai dewasa.

Selain diwajibkan berasal dari segi syariat agama Islam, ternyata dari segi medis banyak kegunaan yang mampu didapatkan oleh orang yang meniti sistem sunat, yaitu:

1.Sunat mengurangi risiko infeksi penyakit seksual menular layaknya human papilloma virus (HPV) dan penyakit seksual menular seperti herpes atau sifilis.
2.Mencegah terjadinya penyakit terhadap penis layaknya nyeri terhadap kepala atau kulup penis yang disebutfimosis. Ini adalah situasi saat kulup penis yang tidak disunat sulit untuk ditarik. Kondisi ini bisa memicu radang pada kepala penis yang disebut balanitis.
3.Mengurangi risiko infeksi saluran kemih yang bisa merujuk kepada kasus ginjal. Infeksi ini kebanyakan lebih kerap berlangsung terhadap orang yang tidak meniti sunat.
4.Mengurangi risiko kanker penis.
5.Mengurangi risiko kanker serviks pada pasangan. Risiko kanker serviks mengalami penurunan terhadap wanita yang pasangannya sudah meniti prosedur sirkumsisi.
6.Membuat kesehatan penis lebih terjaga. Penis yang disunat lebih enteng dibersihkan, agar kesehatannya lebih terjamin dibandingkan yang tidak disunat supaya bisa mencegah terjadinya peradangan, mengingat ujung penis merupakan tepat tumbuhnya bakteri dan jamur.

Manfaat khitan bagi perempuan dari segi medis

Dokter wanita Sittu Banat Kholid di dalam makalah berjudul ‘Khitanul Banat Ru’yah Sihhiyah (Khitan wanita, Dalam Pandangan Medis)’ mengatakan, “Khitan bagi kita di dalam dunia keislaman sebelum akan segala sesuatunya adalah merealisasikan syariat yang cocok dengan fitrah dan petunjuk dimana dianjurkan sekali untuk melakukannya. Semuanya paham pandangan ke depan syariat kita yang lurus ini, bahwa seutuhnya tentu di dalamnya ada kebaikan dari seluruh sisi. Di antaranya adalah dari sisi medis.

Jika belum diketahui manfaatnya sekarang, maka nanti terhadap jaman mendatang akan diketahui. Sebagaimana yang berlangsung terhadap khitan lelaki. Seluruh alam sudah mengetahuinya biarpun lebih dari satu golongan tersedia yang menentangnya.
Kemudian dokter ini mengatakan sebagian fungsi medis khitan bagi wanita dengan mengatakan:

– Menghilangkan hasrat nafsu yang terlampau kuat dan juga sibuk dengannya dan sangat berlebihan.
– Mencegah bau tidak enak akibat menumpuknya cairan di bawah mulut kemaluan
– Mengurangi efek infeksi saluran kencing
– Mengurangi dampak infeksi saluran kandungan
Dikutip dari kitab Al-Khitan karangan Dokter Muhammad Ali Al-Bar.
Terdapat dalam kitab Al-Adat Allati Tu’astuiru Ala Sihhati An-Nisaa Wal Atfal (Kebiasaan yang Mempengaruhi Kesehatan Wanita dan Anak) yang dikeluarkan berasal dari WHO tahun 1979 berikut ini, “Sesungguhnya memotong ujung clitoris wanita menyerupai khitan lelaki. Cara ini, tidak disebutkan ada pengaruh negatifnya berasal dari segi medis.

Empat Jenis Sunat Perempuan yang Dilarang WHO

Berbicara soal sunat perempuan, secara teknis, Badan Kesehatan Dunia (WHO) membagi sunat perempuan ke di dalam empat jenis.

Pertama, klitoridektomi, yakni memotong beberapa atau semua klitoris, anggota sensitif terhadap alat kelamin perempuan berwujud daging atau gumpal jaringan kecil terhadap ujung atas lubang vagina.
Kedua, eksisi, yaitu memotong sebagian atau semua anggota klitoris dan labia minora (bibir vagina anggota dalam), dengan maupun tanpa turut memotong labia majora (bibir vagina bagian luar).
Ketiga, infibulasi, yakni menjahit atau “menyegel” vagina bersama cara memotong sebagian anggota dari labia minora atau labia majora, bersama maupun tanpa memotong bagian klitoris.

Keempat, mencakup seluruh praktik dan prosedur yang berisiko terhadap alat kelamin perempuan yang dijalankan di luar kepentingan medis, seperti menindik, menggores, atau menusuk tempat kelamin.
Metode sunat yang umum digunakan di Indonesia adalah type empat, bersama dengan ketetapan tidak memotong klitoris secara berlebihan. Praktik sunat yang dilaksanakan “hanya” menggores klitoris.
“Sunat terhadap perempuan itu hanya melakukan goresan pada kulit yang menutupi anggota depan klitoris bersama dengan manfaatkan ujung jarum steril. Jadi, bukan merusak atau sebabkan perubahan terhadap vagina,” terang Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan, dr Valleria SpOG.

Sunat perempuan bersama dengan cara tersebut, sambung dr valleria, untuk mencegah penumpukan smegma atau kotoran berwarna putih di klitoris. Selain itu, tindakan sunat terhadap perempuan ini termasuk mampu menstabilkan syahwat dan memuaskan pasangan.
Meski demikian, lanjut dia, tindakan sunat terhadap perempuan tidak dijalankan untuk indikasi medis tertentu.

Menurut Valleria, lebih dari satu besar tindakan sunat pada perempuan lebih didasarkan pada penegakan syariat, terlebih terhadap kalangan muslim.
“Kalau perempuan di sunat sanggup menahan kotoran dan najis, karena kulup klitorisnya dibuka. Jadi terkecuali beribadah lebih nyaman terbebas dari najis,”

Waktu Khitan

Terdapat sebagian hadits yang bersama paduan sanadnya meraih derajat hasan yang memperlihatkan bahwa khitan dilaksanakan pada hari ke tujuh sehabis kelahiran, yaitu:
Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu’anhuma, bahwasannya Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lakukan aqiqah Hasan dan Husain dan juga mengkhitan keduanya terhadap hari ketujuh.(HR. Thabrani dan Baihaqi)

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhu berkata, “Terdapat tujuh perkara yang terhitung sunnah dilakukan bayi pada hari ketujuh: Diberi nama, dikhitan,…” (HR. Thabrani)
Dari Abu Ja’far berkata, “Fathimah jalankan aqiqah anaknya pada hari ketujuh. Beliau juga mengkhitan dan mencukur rambutnya dan juga menshadaqahkan seberat rambutnya bersama dengan perak.” (HR. Ibnu Abi Syaibah)

Namun, kendati begitu, khitan boleh dijalankan sampai anak agak besar, sebagaiman telah diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhyallahu’anhu, bahwa beliau dulu ditanya, “Seperti apakah engkau saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia ?” Beliau menjawab, “Saat itu aku barusan dikhitan. Dan saat itu para kawan dekat tidak mengkhitan kecuali sampai anak itu bisa jelas sesuatu.” (HR. Bukhori, Ahmad, dan Thabrani).

Berkata Imam Al-Mawardzi, ” Khitan itu mempunyai dua waktu, waktu perlu dan sementara sunnah. Waktu mesti adalah era baligh, sedangkan waktu sunnah adalah sebelumnya. Yang paling bagus adalah hari ketujuh setelah kelahiran dan disunnahkan agar tidak menunda sampai saat sunnah jikalau tersedia udzur. (Fathul Bari 10/342).

Walimah Khitan
Acara walimah khitan merupakan acara yang benar-benar biasa dikerjakan oleh umat Islam di Indonesia, atau bisa saja termasuk di negeri lainnya. Persoalannya, apakah acara semacam itu tersedia tuntunannya atau tidak ?

Utsman bin Abil ‘Ash diundang ke (perhelatan) Khitan, dia enggan untuk berkunjung selanjutnya dia diundang sekali lagi, maka dia berkata, ” Sesungguhnya kita dahulu terhadap era Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berkunjung ke walimah khitan dan tidak diundang.” (HR. Imam Ahmad)

Berdasarkan atsar berasal dari Utsman bin Abil’Ash di atas, walimah khitan adalah tidak disyariatkan, kendati atsar ini dari segi sanad tidak shohih, tapi ini merupakan pokok, yakni tidak adanya walimah khitan. Karena khitan merupakan hukum syar’i, maka setiap amal yang ditambahkan padanya mesti ada dalilnya dari Al-Qur’an dan As Sunnah. Dan walimah ini merupakan amalan yang disandarkan dan dikaitkan dengan khitan, maka perlu dalil untuk membolehkannya. Semoga Allah ta’ala memudahkan kaum muslimin untuk menggerakkan sunnah yang mulia ini.

Tips Merawat Luka Sunat
Berikut ini merupakan sebagian kiat yang dianjurkan tempat sunat terdekat di Jogja dalam merawat luka sesudah sunat tanpa infeksi.

1.Minum Obat Nyeri
Sebelum disunat, biasanya dokter akan memberikan obat bius lokal yang disuntikkan seketika ke saraf-syaraf yang menuju pada kulit preputium yang akan dipotong. Pemakaian obat bius tersebut betul-betul penting supaya rasa nyeri selama pengerjaan sunat hingga sebagian waktu setelahnya hilang. Jika efek bius telah hilang, karenanya pasien menikmati sakit.

Oleh karena itu, dokter akan membekali sebagian obat juga seperti analgesik, antibiotik, anti pembengkakan dan peradangan. Obat-obat tersebut sebaiknya diminum dengan segera tempat Sesudah selesai proses sunat supaya sakit yang diakibatkan hilangnya obat bius tidak terasa.
Analgesik ialah obat anti nyeri, padahal antibiotik ialah mencegah infeksi. Obat antibiotik patut dihabiskan dan yang lainnya cukup diminum layak dengan keluhan. Karenanya pastikan bahwa Anda sudah mengenal masing-masing tipe obat dan pastikan layak dengan arahan dokter.

2.Rehat
Pada lazimnya luka sunat akan ditutup mengaplikasikan kasa atau diperban yang sudah diolesi dengan krim antibiotik. Kecuali tersebut bertujuan supaya luka bisa terlindungi dan tidak mudah terinfeksi dengan lingkungan sekitarnya. Padahal itu perban juga bermanfaat dikala ada darah bisa diserap. Setelah terjadi pendarahan, karenanya dokter masih tetap mengoleskan krim antibiotik di luka bekas jahitan. Sesudah sunat sebaiknya rehat supaya mengurangi rasa sakit kan bisa pesat pulih.

3.Hindari aktivitas yang berat
Mengingat jahitan sunat baru saja dijadikan dan perban juga baru dipasang, maka kecuali rehat tentunya anak juga tak boleh mengerjakan aktivitas jasmani yang berat. Konsisten main bola ataupun berlari-larian. Selain tersebut bertujuan supaya terhindar dari pendarahan dan jahitan serta perban terlepas.

4.Jaga Perban Memastikan Kering dan Bersih
Luka setelah sunat yang diperban sebaiknya dijaga agar tetap kering dan bersih. Jangan sampai ada benda-benda kotor, air dan lain sebagainya merusak terban. Pakaian hal tersebut dapat berisiko terkena infeksi sebab bakteri bersuka cita dengan lingkungan yang basah, dekil dan lembab.

5.Hindari Air Seni Mencemari Luka
Umumnya luka tetap kering adalah hal yang perlu diamati, termasuk menghindari air seni mencemari luka. Caranya yaitu dengan menyiapkan beberapa lembar tisu kering, ambil posisi buang air kecil dengan duduk jongkok dan kemudian keringkan mengaplikasikan tisu setelah selesai.

6.Kenakan Celana Longgar
Penis setelah disunat tentunya akan terasa nyeri dan lebih sensitif. maka dari itu upayakan untuk mengaplikasikan pakaian yang longgar supaya tak tersenggol. Lazimnya si kecil setelah disunat akan dipakaikan sarung agar lebih mudah saat akan ke toilet atau merawat luka sunat.

7.Persiapan Kontrol ke Dokter
Sesudah sunat dokter akan memberi anjuran pasien kontrol pada hari ketiga. Karenanya dari itu, tak perlu banyak menjalankan perawatan luka sunat di rumah cuma cukup menjaga kebersihannya dan istirahat total. Pada saat kontrol ke dokter, perban tersebut akan dibuka untuk memandang apakah ada petunjuk-pertanda infeksi dan keadaan sulit lainnya dan evaluasi pengaplikasian obat.

8.Ikuti saran dari  Dokter
Setelah dokter selesai memeriksa, maka dokter akan merekomendasikan beberapa hal cocok dengan situasi pasien seperti berikut:
-Cara ada nanah artinya terjadi infeksi dan dokter akan mengganti obat antibiotik serta menambah dosis
-Cara tidak ada abses artinya tak ada dilema dan dokter merekomendasikan melanjutkan pengobatan

9.Rutin Membersihkan Luka
Melainkan untuk merawat luka sunat sebaiknya dijalankan pantas anjuran dokter. Setelah kontrol ke dokter dan perban dilepas, maka luka sunat akan diperban lagi. Jika apabila masih basah atau ada cairan yang keluar, itu merupakan hal wajar. Bila ditangani dengan menyediakan kasa steril untuk mengeringkan atau bukan membalutnya.
Metode suatu dikala terdapat cairan putih atau kuning kental yang beraroma busuk merupakan abses yang membuktikan terjadi infeksi yang disertai demam dan nyeri. Kalau terjadi sebaiknya kontrol ulang ke dokter supaya bisa mendapat rekomendasi lanjutkan.

Dikala jikalau perlu, dokter akan membekali cairan antiseptik atau krim antibiotik untuk dioleskan pada luka supaya mencegah sekalian mengobati infeksi.
Jikalau luka sunat masih berair, maka hindari terkena air. mandi dapat memakai gelas untuk melindungi luka sunat. Dengan mengerjakan perawatan yang bagus, maka luka sunat dapat mengering dan sembuh dengan kencang sekitar 2 sampai 4 pekan sampai benar-benar kering.

Nah, seluruh kiat yang sudah disarankan dari daerah sunat terdekat di Jogja sebaiknya dilakukan dengan benar. Kecuali tersebut bertujuan supaya luka sunat cepat kering dan tak terjadi keadaan sulit lagi. Dengan demikian buah hati juga dapat langsung berkegiatan seperti awal kembali.

Selain pelayanan kami yang ramah dan terpercaya, daerah sunat disini juga telah berpengalaman dan mengaplikasikan energi medis yang profesional.

Klinik Pratama Swa Sleman | Klinik Khitan Sleman

Klinik Khitan Sleman

Bagi anda warga Yogyakarta di daerah Sleman khususnya, jika anda sedang mencari Klinik Khitan Sleman ada baiknya anda datang ke klinik Pratama Swa.Klinik Pratama Swa melayani sunat/khitan modern dengan kelebihan

  • Hasil sunat/khitan lebih rapi
  • Perawatan setelah khitan tdk ribet
  • Bisa langsung berenang mandi+ berendam biar cpt lepas klemnya
  • Tidak perlu bolak balik kontrol setelah khitan, cukup wa saja
  • Bisa langsung bersepeda, maen bola setelah khitan

Klinik Pratamaswa yang berlokasi di Jl. Salak – Turi Km 4 Kadisobo Trimulyo Sleman Yogyakarta , atau bisa telpon ato wa di nomor telepon 0274 453 0416 / 0822-3247-3130 atau bisa segera chat admin kami bersama dengan klik link berikut
http://bit.ly/InfoKlinikPratamaSwa (akan segera membuka dengan wa admin kita )

Program Pelayanan Unggulan di Klinik Pratama SWA

Layanan Pasien Umum 24 jam
Melayani pasien dengan semua keluhan dengan dokter stand by 24 jam (tidak hanya kasus emergency )

Layanan KIA 24 jam
Melayani pasien KB, ANC, dll dengan bidan stand by 24 jam

Layanan Farmasi
Melayani kebutuhan obat pasien selama 24 jam (semua pasien yang diperiksa langsung mendapatkan obat)

 

Lokasi kami

 

PENGUNJUNG JUGA MENCARI:

  • vagina belum sunat